Jalan Sendiri atau Ikut Tur?
Beberapa kali memilih jalan sendiri, kalo diitung-itung lebih banyak daripada ikut tur....Kalo
ditanya enak yang mana? Ada kelebihan dan kekurangan sih... Jalan sendiri enaknya lebih banyak, apalagi di negara yang kita tahu relatif aman untuk traveller cewek dan barengan temen, asal
direncanakan dengan seksama, dibuat itinerary dan budgetnya, dibuat perencanaan moda transpor
dan kendaraan umum yang dipakai, asyik2 saja tuh jalan sendiri.
Bisa lihat kehidupan asli penduduk lokal, bisa lihat kaki lima atau lapak jualan lokal dengan bebas,
bisa bangun pagi atau rada siang sesukanya, bisa nentuin budget sendiri berapa yang dibelanjakan untuk hotel / penginapan, makanan dan moda transportasi apa yang dipengeni...banyak....bebasnya gitu lho....!
Kalo ikut tur, itu opsi terakhir, bila ternyata lebih murah daripada kita jalan sendiri, samasekali buta transportasi lokal, keterbatasan waktu perencanaan dan jika yang didapat, spot wisatanya lebih banyak, ya...ngga ada ruginya ikut tur. Apalagi dengan promo-promo tur yang sekarang berseliweran di media sosial/ pameran langsung, wow....kadang ga percaya dengan harga yang dibanderol pihak biro turnya...
Waktu itu kami ke Korea ( Nami Island dan Seoul dengan spot wisata utamanya yang bagus) saat low season (November) hanya bayar 7,5juta all in ( belum visa)...wow murah banget kan? Bisa lihat Istana Changdeok, Istana Gyeongbok, National Folk museum, Namsan Seoul Tower, Bukchon Village, wisata belanja di Myeongdong, pulau Nami (tempat shooting Winter Sonata). juga kesempatan melihat Nanta show, komedi yang diolah di dalam suasana dapur, Perjalanan selama 4 malam 5 hari sudah cukuplah untuk keingin tahuan kami akan suasana Korea.
Pernah juga ikut tur China ( Beijing dan Great Wall) juga cuman bayar 7,5 juta all in, selama 5 hari 4 malam, pakai penerbangan low cost Philipine airline (sayang pramugarinya jutek), cukup jauh juga perjalanan pp ke sana. Ikut tur, tidak enaknya kita dikejar2 jadwal bangun dan tidur yang ketat, tidak bisa memilih lokasi wisata yang kita tidak mau ( yang nyebelin, waktu diantar ke lokasi belanja yang ngga penting, di China memang peraturan wisatanya mewajibkan rombongan tur untuk mampir ke toko pemerintah yang jual Batu giok, sutra, obat2an dan beberapa tempat yang sangat tidak penting )
untungnya tidak diwajibkan membeli.....wkwk...tapi sayang juga waktu terbuang 2-3 jam di satu lokasi yang kami tidak suka.
Untungnya meski kami tidak bisa bahasa lokal, tapi pedagang di kota besar seperti Beijing, termasuk ramah dan mengerti sedikit bahasa Indonesia, mereka tinggal sodorkan calculator sebagai tolok ukur harga dan penawarannya. Memang barang produk China terkenal murah, jadi kami bisa bawa pulang oleh2 yang cukup banyak...! Yang kualitas dua-pun, lumayan kok mirip dengan aslinya, tinggal mau kualitas ke berapa, ada semua....original copy, kata mereka!
Pengalaman jalan sendiri ? wah tidak tergantikan oleh uang berapapun, Saat itu kami ke Hongkong, Macau dan Shenzhen dengan bekal uang 8 jutaan sudah cukup (tahun 2012) sudah termasuk : pesawat pp, hotel, makan, transportasi ( umum dan taxi, taxi di Macau lumayan murah ternyata).
kami bagi tugas di antara kami ber4, ada yang mencari data di Hongkong, ada yang mencari data di Macau dan ada yang mencari data di Shenzhen....
Yang paling kami suka, saat mencari data-data di internet dan berburu tiket murah di website low cost airlines ternama,Aada pengalaman, tidak bisa beli bebarengan karena teman kami yang satu, belum beres paspornya, untung saja dia bisa mendapatkan tiket di pesawat yang sama dengan kami, padahal rutenya : Jakarta- Penang- Hongkong pp dan tidak mudah mendapat seat jika beli berbeda waktunya.
belum lagi mencari data rute transportasi umum yang kami inginkan, hotel yang harus dekat dengan lokasi wisata/ lokasi transportasi umum, wow....puyeng tapi menantang. Pengaturan budget juga harus seksama, kalo ngga...ngga bakalan cukup uang budget traveller seperti kami. etelah sampai di lokasi, apalagi itu pengalaman pertama kami ke negeri di luar Asia tenggara, wow....ternyata bandara hongkong sangat luas dan sangat lengkap isinya. kalo tidak berhati-hati, kami bisa ketinggalan pesawat karena kurang memperhatikan jalur dan waktu tempuh dari satu gate ke gate lain.
Macau, negeri dengan bahasa utama bahasa China logat setempat, tapi banyak peninggalan Portugis bertebaran, sehingga kami harus benar- benar teliti membaca peta, bertanyapun agak susah, karena mereka tidak tahu bahasa Inggris. Di Shenzhen beda lagi, bahasa China sebagai bahasa utama, jika tidak mempersiapkan tulisan lokal tentang tempat wisata dan spot seperti taman, perhentian bis, bandara dan nama hotel, semua harus kita siapkan dalam bahasa setempat.
Negara yang kami kunjungi berikutnya adalah Thailand, dengan transit yang kami pilih Singapore, karena ada beberapa teman yang belum pernah ke sana. Ini juga tantangan tersendiri, Thailand tidak mengenal bahasa Inggris sebagai bahasa kedua, apalagi jika bertanya dengan penduduk lokal, supir taxi juga tidak semua tau bahasa selain Thailand, jadi sekali lagi kami sudah antisipasi dengan membawa tulisan terjemahan bahasa setempat, untuk spot wisata yang kami ingin kunjungi.
Bangkok sebagai tujuan utama, Chiang Mai dan Chiang Rai di ujung Utara, sebagai destinasi berikutnya....rasanya puas jika sudah mengunjungi lokasi yang kami inginkan, bahkan dapat bonus melihat perbatasan Kamboja dan Laos...wow banget kan? mana kita dapat kejutan kalo kita ikut tur. meski kami juga tidak semua lokasi dijelajahi sendiri, ada beberapa lokal tur yang kami ikuti dengan pertimbangan lebih praktis dan budget cukup.
Negara lain yang sebelumnya kami jelajahi adalah Malaysia ( Kuala Lumpur, Genting, Penang, Melaka dan Johor Bahru) jika tidak bisa dalam satu kesempatan, kami bagi dalam bbrp kali kesempatan, sekali lagi tergantung waktu dan budget.... Kami suka Melaka, kota dengan banyak situs sejarah dan kuliner khas yang OK, tidak mahal dan banyak petunjuk serta aman. Penang sudah dua kali kami kunjungi, Kota yang asyik dan ramah di kantong untuk dikunjungi. Kulinernya juga murah, penginapan murah. jalan bersih dan aman.
Singapore sudah beberapa kali juga kami kunjungi, makanya kami tertawa saja kalo ada penawaran tur ke Singapore.... semua bisa dijelajahi dengan begitu nyamannya transportasi umum dan jalan kaki, meski panas teriknya lebih dari kota Jakarta!
Tur yang terakhir kami ikuti adalah negara Eropa (Timur), wow banget, karena aq blom pernah sama sekali ke negara bule, jadinya terheran-heran dan terpana banget ....ternyata apa yang dibilang orang yang sudah pernah ke Eropa, membuat aq ingin balik dan balik lagi ke sana, memang bener...!
Eropa Barat dan Timur memang luas, tidak cukup 10 hari, karena berbagai negara mempunyai ciri khas berbeda, yang bikin nyesek cuman ini : mahalnya....(makan dan biaya hotel)...haha
mau beli oleh-oleh saja sudah nyesek karena keterbatasan kantong. Tapi asyiknya begitu banyak sudut bagus untuk foto dan mengagumi budaya kental mereka yang tercermin dari bangunan yang indah dan penduduk Eropa Timur yang lumayan ramah...!
Lidah aq ngga bisa kompromi dengan citarasa makanan mereka, jadi agak sulit di hari-hari terakhir kami di sana ( tur 13 hari, 8 malam menginap di hotel berbintang ) waduh beberapa hari terakhir, kami hanya sanggup makan buah waktu sarapan, saking eneg dengan susu dan keju ,hehehe
Untung ada beberapa menu chinese food di beberapa malam, kami sangat bahagia kalo ketemu nasi dan lauk pauknya, meski minus sambal, tidak jadi masalah, kami sudah membawa saus sambal dan sambal lokal dalam kemasan dari Indonesia ( tips penting.... jangan lupa bawa sambal untuk menambah nafsu makan, jika tidak ingin sakit karena ga doyan makan). banyak tips lain yang perlu diperhatikan, jika ke sana musim dingin, bawa baju tebal yang nyaman, karena suhu bisa sangat menurunkan stamina, ngga pengen kan, jalan-jalan tapi sakit? Ngga perlu banyak, yang penting cukup untuk menahan dingin, kita ngga bakal kekurangan baju, karena suhu dingin, tidak membuat kita keringatan, ...jadi ngga kuatir baju cepet bau!
Tips berikutnya, untuk menghindari copet ( di Eropa mulai banyak copet, terutama di tempat rame dan yang banyak wisatawan, di hotelpun ada komplotan pencuri koper/ barang berharga), kita perlu membawa tas pinggang yang tipis, yang bisa kita taruh di balik baju/ jaket kita. Aq dapet tas pinggang seperti itu di toko tas Elizabeth, bahannya kuat dan lumayan luas untuk taruh paspor, uang dan hp kita. Juga jika pergi berombongan, jangan lupa saling mengingatkan teman serombongan untuk berhati-hati saat di kerumunan wisatawan/ tempat ramai, copetnya berbaju necis dan penampilan yang tidak bakal kita pikirkan sebagai pelaku kejahatan.
Tips berikutnya, jika kita kurang bisa menyesuaikan lidah dengan makanan lokal, bawalah lauk kering seperti abon dan rendang kemasan/ lauk dalam kemasan bermerk ( di negara maju, sangat ketat peraturan untuk bisa membawa makanan dari luar, jika tidak ada merk dan komposisi, bisa-bisa disita dan dibuang di pemeriksaan di bandara, saat kita memasuki negara tsb).
Tips terakhir, jangan lupa bawa obat-obatan yang biasa kita konsumsi saat mendesak, seperti obat pusing, obat demam, obat diare dan obat flu/ batuk. juga obat PPPK lain seperti plester dan obat luka, pembalut(untuk yang wanita), balsam/ mint aromaterapi, salep anti gatal dll.
Semakin jauh kita bepergian, semakin banyak persiapan yang perlu kita adakan di awal sebelum perjalanan. Jadi.... enak jalan sendiri atau ikut tur? Pilihlah yang sesuai dengan tujuan kita, jika ada waktu banyak dan persiapan banyak, jalan sendiri lebih asyik....Ikut tur bisa jadi asyik kalo teman perjalanan kita kompak, Untunglah selama aq ikut tur, teman tur asyik- asyik aja, rame dan lucu-lucu jadi melewatkan waktu tidak terasa, tau-tau sudah waktunya pulang.
Yuk...rencanakan jalan-jalanmu dan pengalaman yang didapat ngga bakalan bisa tergantikan dengan berapapun jumlah uang yang ditawarkan....percaya deh!